Senin, 22 April 2013

Cengkeh Sebagai Pengawet Alami


Cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras, cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun , tingginya dapat mencapai 20 -30 meter dan cabang-cabangnya cukup lebat. Cabang-cabang dari tumbuhan cengkeh tersebut pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting-ranting kecil yang mudah patah . Mahkota atau juga lazim disebut tajuk pohon cengkeh berbentuk kerucut . Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut, rata-rata mempunyai ukuran lebar berkisar 2-3 cm dan panjang daun tanpa tangkai berkisar 7,5 -12,5 cm. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendekserta bertandan. Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan , kemudian berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh keringakan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri. Umumnya cengkeh pertama kali berbuah pada umur 4-7 tahun. Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia , Cengkeh cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

Cengkeh (Eugenia aromaticum) yang dalam bahasa inggris di sebut Cloves, adalah tangkai bunga kering dari beraroma dari keluarga pohon Mirteciae. Tanaman cengkeh Indonesia sudah sangat terkenal semenjak zaman penjajahan. Cengkeh memiliki banyak kandungan dan manfaat bagi kesehatan. Tanaman cengkeh memiliki banyak manfaat, selain sebagai rempah-rempah (bumbu masakan) tanaman cengkeh  juga dapat digunakan untuk pengobatan. 
Kandungan Cengkeh
Cengkeh selain mengandung minyak atsiri, juga mengandung senyawa eugenol, asama olenolat, asam galotanat, fenilin, karyofilin, resin, dan gom
Cengkeh memiliki antioksidan tinggi karena terdapat kandungan senyawa phenolic. Antioksidan memiliki arti penting untuk menjaga makanan tetap segar. Maka, kandungan cengkeh memiliki dampak yang besar terhadap industri makanan.
Demikian tim peneliti di Spanyol atas hasil riset mereka mengenai khasiat cengkeh. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Flavour and Fragrance edisi terbaru, yang menyebutkan bahwa rempah-rempah ini sebagai antioksidan alami terbaik.
Di samping itu, rempah-rempah juga dipercaya baik untuk kesehatan. Profesor Juana Fernandez Lopez dari Universitas Miguel Hernandez, Spanyol, mengatakan bahwa cengkeh memiliki kemampuan tertinggi untuk melepaskan hidrogen, mengurangi senyawa kimia dengan baik serta menghilangkan zat besi yang tidak baik untuk kesehatan.
Lopez juga menjelaskan, oksidan alami yang terkandung dalam cengkeh dipilih kalangan industri makanan sebagai bahan pengawet, dengan syarat tidak mempengaruhi karakteristik makanan. ”Zat ini menunjukkan kapasitas antioksidan tinggi, dan dapat memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan,” ujar Lopez seperti dilansir di vivanews.com.
Selain dipergunakan untuk mengawetkan makanan, menurut Lopez, cengkeh juga digunakan dalam program diet ala Mediterania, di mana cengkeh terkandung dalam oregano, thyme, rosemary dan sage.
Saat ini, kata Lopez, di Mediterania sedang dilakukan penelitian guna mencari tahu apakah jenis rempah-rempah ini dapat digunakan sebagai antioksidan alami dalam produk makanan, terutama daging. 
untuk lebih jelas klik disini